Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perkuat Tata Kelola Pemasyarakatan, Lapas Pemuda Madiun Terima Monev Staf Khusus Bidang Penguatan SDM dan Transformasi Organisasi Kemenimipas

| Oktober 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-23T11:26:35Z

 


Lapas Pemuda Madiun Terima Monev Staf Khusus Bidang Penguatan SDM dan Transformasi Organisasi Kemenimipas

 

Madiun, – LINTASINFORMASI.com

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun menerima kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Staf Khusus Bidang Penguatan SDM dan Transformasi Organisasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Y. Ambeg Paramartha, Kamis (22/10). Kegiatan ini dilaksanakan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pelayanan publik, program pembinaan, serta penerapan sistem pengamanan di lingkungan Lapas. Kunjungan diterima langsung oleh Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, beserta jajaran. Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, bersama jajaran Lapas Kelas I Madiun.

 

Kegiatan diawali dengan peninjauan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang berada di area brandgang Lapas Pemuda Madiun. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat secara langsung berbagai kegiatan produktif, mulai dari peternakan ayam petelur yang saat ini berjumlah 1.020 ekor, budidaya ikan lele dengan sistem bioflok, hingga peternakan kambing. Berbagai sektor tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian Warga Binaan sekaligus mendukung upaya ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.

 

Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menjelaskan bahwa pengelolaan peternakan ayam petelur menjadi salah satu program unggulan yang terus dikembangkan. Dengan jumlah mencapai 1.020 ekor, produksi telur setiap hari memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi produktif di Lapas.

 

“Saat ini, Lapas Pemuda Madiun memiliki 1.020 ekor ayam petelur yang setiap harinya menghasilkan telur. Kami terus mengoptimalkan pengelolaan peternakan ini sebagai bagian dari dukungan terhadap swasembada pangan. Selain menghasilkan produk yang bermanfaat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan untuk memperoleh keterampilan di bidang peternakan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Rudi.

 

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Sendang Klangenan, sarana rekreasi Warga Binaan yang dilengkapi fasilitas hiburan berupa biliar, PlayStation, dan karaoke. Seluruh Warga Binaan dapat mengakses fasilitas tersebut secara gratis sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan rekreasi selama menjalani masa pembinaan. Keberadaan fasilitas ini juga mencerminkan upaya Lapas dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang humanis tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan ketertiban.

 

Selanjutnya, rombongan meninjau blok hunian untuk melihat secara langsung kondisi kamar serta penerapan sistem pengamanan. Lapas Pemuda Madiun menerapkan pengelompokan hunian berdasarkan tingkat pengamanan, yakni maximum security, medium security, dan minimum security. Penempatan Warga Binaan pada masing-masing tingkat dilakukan dengan mempertimbangkan hasil asesmen sebagai dasar penyesuaian tingkat pengamanan dan kebutuhan pembinaan.

 

Rangkaian kunjungan diakhiri dengan peninjauan Aula Adi Sujatno, tempat sejumlah Warga Binaan tengah menikmati kegiatan menonton film bersama. Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk rekreasi yang disediakan untuk memberikan ruang hiburan bagi Warga Binaan di sela-sela aktivitas pembinaan.

 

Staf Khusus Bidang Penguatan SDM dan Transformasi Organisasi, Y. Ambeg Paramartha, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan pelayanan di Lapas Pemuda Madiun telah berjalan dengan baik. Proses pemasyarakatan dilaksanakan sesuai tahapan yang berlaku, sementara penerapan tingkat pengamanan telah disesuaikan dengan pemberian layanan kepada Warga Binaan.

 

“Secara umum, pelayanan di Lapas Pemuda Madiun berjalan dengan baik. Proses pemasyarakatan telah dilaksanakan sesuai dengan tahapan yang ditetapkan. Penerapan tingkat pengamanan yang dikaitkan dengan pemberian layanan juga sudah berjalan dengan baik, sehingga aspek keamanan dan pemenuhan hak Warga Binaan dapat dilaksanakan secara beriringan,” ungkap Ambeg.

 

Ia menambahkan bahwa berdasarkan hasil peninjauan, tidak ditemukan perbedaan mendasar pada fasilitas kamar hunian antara satu kamar dan kamar lainnya. Perbedaan yang diterapkan lebih berfokus pada tingkat pengamanan berdasarkan hasil asesmen terhadap masing-masing Warga Binaan.

 

“Khusus fasilitas kamar, kami tidak menemukan perbedaan mendasar antara kamar yang satu dengan kamar yang lain. Hal yang membedakan adalah tingkat pengamanan yang ditentukan berdasarkan hasil asesmen Warga Binaan. Dengan demikian, penempatan dan pola pengamanan dapat disesuaikan dengan hasil penilaian serta kebutuhan masing-masing individu,” tambah Ambeg.

 

Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi kesempatan untuk melihat kembali pelaksanaan pelayanan dan pembinaan sekaligus mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan.

 

“Melalui kegiatan ini, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengoptimalkan program pembinaan kemandirian, serta memastikan penerapan sistem pengamanan berjalan sesuai ketentuan. Kami juga menjadikan masukan dan hasil evaluasi sebagai bahan perbaikan agar pelayanan kepada Warga Binaan semakin optimal, profesional, dan humanis,” tegas Rudi.

 

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Lapas Pemuda Madiun terus berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola pelayanan publik, mengoptimalkan program pembinaan kemandirian, serta memastikan penerapan sistem pengamanan berjalan sesuai ketentuan. Evaluasi ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan humanis.

×
Berita Terbaru Update