Lapas Pemuda Madiun dan Satresnarkoba
Polres Madiun Kota Gelar Razia Gabungan, Seluruh Kamar Hunian Diperiksa
MADIUN, – LINTASINFORMASI.com
Dalam upaya memperkuat keamanan dan
ketertiban serta mendukung Program 100 Hari Kerja Kapolri, Satuan Reserse
Narkoba (Satresnarkoba) Polres Madiun Kota bersinergi denggan Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun menggelar razia gabungan di
seluruh blok hunian warga binaan, Kamis malam. Kegiatan ini dilaksanakan
sebagai bentuk komitmen bersama dalam mencegah peredaran narkoba dan barang
terlarang di lingkungan pemasyarakatan. (22/10) malam.
Razia gabungan tersebut dilaksanakan
menindaklanjuti surat dari Satresnarkoba Polres Madiun Kota kepada Lapas Pemuda
Madiun. Sebanyak 90 petugas Lapas Pemuda Madiun bersama puluhan personel
Satresnarkoba Polres Madiun Kota terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
Sebelum pelaksanaan razia, dilakukan
pemeriksaan terhadap telepon genggam milik petugas, termasuk pengecekan
terhadap indikasi aktivitas judi online (judol). Selanjutnya, telepon genggam
petugas dikumpulkan sebagai bagian dari langkah pengamanan untuk menjaga
kerahasiaan informasi dan memastikan pelaksanaan razia berjalan optimal tanpa
kebocoran informasi.
Kegiatan diawali dengan apel gabungan
yang dipimpin oleh Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan. Dalam
arahannya, Kalapas menekankan pentingnya pelaksanaan razia secara profesional,
teliti, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada warga binaan.
“Saya minta seluruh petugas bekerja
secara teliti, profesional, dan tetap humanis. Laksanakan tugas dengan
sungguh-sungguh, karena tujuan kita adalah menjaga keamanan dan ketertiban
serta memastikan Lapas Pemuda Madiun benar-benar bersih dari barang-barang
terlarang,” tegas Rudi Kristiawan.
Tepat pukul 22.00 WIB, razia mulai
dilaksanakan dengan menyasar seluruh 143 kamar hunian yang terbagi dalam
beberapa tim. Pembagian tim mencakup blok A dengan kategori pengamanan maksimum
(maximum security), Blok B dan C medium (medium security), Blok D minimum
(minimum security), serta kamar staff cell dan kamar dapur. Pembagian tersebut
dilakukan agar pemeriksaan berjalan sistematis, menyeluruh, dan efektif.
Selain pemeriksaan kamar hunian, tim
Satresnarkoba Polres Madiun Kota juga melaksanakan tes urine terhadap 10 warga
binaan yang dipilih secara acak. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh warga
binaan yang menjalani tes urine dinyatakan negatif.
Dari hasil razia gabungan tersebut,
petugas tidak menemukan telepon genggam maupun narkoba. Namun, petugas
menemukan sejumlah benda yang berpotensi membahayakan keamanan, di antaranya
tali, pisau modifikasi, dan kartu. Temuan tersebut selanjutnya diamankan untuk
ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Kalapas Pemuda Madiun, Rudi
Kristiawan, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan jajaran
Satresnarkoba Polres Madiun Kota. Ia menegaskan bahwa pihaknya selalu terbuka
terhadap pengawasan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum
(APH) sebagai bentuk komitmen menjaga integritas dan mewujudkan lingkungan
pemasyarakatan yang aman.
“Kami selalu terbuka, khususnya kepada
rekan-rekan aparat penegak hukum, untuk melaksanakan razia dan pengawasan di
Lapas Pemuda Madiun. Jangan bosan untuk mengawasi kami, Pak. Bagi kami,
pengawasan ini merupakan bentuk sinergi dan penguatan integritas agar Lapas
Pemuda Madiun tetap aman, tertib, dan bersih dari narkoba maupun barang
terlarang lainnya,” ungkap Rudi.
Sementara itu, Kapolres Madiun Kota
yang diwakili KBO Satresnarkoba Polres Madiun Kota, IPTU Imam Syafii, S.H.,
menyampaikan terima kasih kepada Kalapas beserta seluruh jajaran atas dukungan
dan keterbukaan dalam pelaksanaan razia gabungan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada
Bapak Kalapas dan seluruh jajaran yang telah mendukung kegiatan ini. Kami
bersama tim juga melihat secara langsung kondisi di dalam lapas. Dalam
pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan kipas angin, televisi, alat musik, maupun
barang lain yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Kegiatan ini
merupakan bagian dari sinergi kami dalam mendukung Program 100 Hari Kerja
Kapolri serta upaya bersama mencegah peredaran narkoba,” ujar IPTU Imam Syafii.
Pelaksanaan razia gabungan ini menjadi
wujud nyata sinergi antara Lapas Pemuda Madiun dan Polres Madiun Kota dalam
memperkuat deteksi dini, mencegah gangguan keamanan dan ketertiban, serta
mendukung pelaksanaan program pemerintah di bidang penegakan hukum dan
pemasyarakatan.
Kegiatan ditutup dengan makan bersama
sebagai bentuk kebersamaan dan penguatan hubungan sinergis antara petugas Lapas
Pemuda Madiun dan personel Satresnarkoba Polres Madiun Kota.
Melalui kegiatan ini, Lapas Pemuda
Madiun menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas, meningkatkan
kewaspadaan, dan memperkuat kolaborasi dengan aparat penegak hukum demi
mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba.
