Lapas Pemuda Madiun Sulap Lahan
Terbengkalai Menjadi Sentra Ketahanan Pangan
MADIUN, – LINTASINFORMASI.com
Lapas Pemuda Madiun terus berinovasi
dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita
Presiden serta program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Melalui
Bidang Kegiatan Kerja (Giatja), lahan branggang yang selama ini dipenuhi semak
belukar dan rumput liar kini mulai disulap menjadi kawasan peternakan
produktif. (15/06)
Area yang sebelumnya terabaikan
tersebut akan dimanfaatkan untuk pengembangan peternakan ayam petelur dan
kambing. Sebanyak 1.000 ekor ayam petelur direncanakan akan ditempatkan di
lokasi tersebut, dengan hasil produksi telur yang nantinya dipanen setiap hari
untuk menunjang kebutuhan bahan makanan warga binaan.
Selain itu, Lapas Pemuda Madiun juga
tengah mengembangkan peternakan kambing dengan kapasitas sekitar 50 ekor
kambing yang akan terus ditambah lagi. Saat ini, warga binaan yang terlibat
dalam program pembinaan kemandirian sedang melaksanakan pembangunan kandang
kambing sistem panggung dan umbar, serta pembuatan baterai kandang ayam
petelur.
Pemanfaatan lahan ini juga memberikan
solusi terhadap banyaknya rumput liar yang selama ini tumbuh di area branggang.
Rumput-rumput tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak
sehingga menciptakan sistem peternakan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi
Kristiawan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dukungan
terhadap ketahanan pangan sekaligus optimalisasi aset yang sebelumnya kurang
produktif.
"Kami ingin mengubah area yang
sebelumnya hanya dipenuhi semak belukar menjadi lahan yang memberikan manfaat
nyata. Konsepnya sederhana, yaitu dari semak jadi ternak. Program ini merupakan
dukungan terhadap Asta Cita Presiden dan akselerasi Menteri Imigrasi dan
Pemasyarakatan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di lingkungan Lapas
Pemuda Madiun," ujar Rudi.
Lebih lanjut, Rudi menjelaskan bahwa
hasil peternakan ayam petelur nantinya akan dimanfaatkan untuk memenuhi
kebutuhan konsumsi warga binaan, sehingga mampu meningkatkan kemandirian pangan
di dalam lapas.
Dari sisi keamanan, lokasi peternakan
juga dinilai sangat strategis karena berada di area yang diawasi langsung oleh
menara pengawas yang mengelilingi kawasan branggang. Keberadaan kandang di area
tersebut sekaligus menjadi upaya preventif untuk meminimalisir masuknya
barang-barang terlarang melalui modus pelemparan dari luar tembok lapas.
"Selain memberikan nilai
produktif, pemanfaatan lahan ini juga memiliki dampak positif terhadap aspek
keamanan. Aktivitas peternakan akan membuat area branggang lebih terpantau
sehingga dapat membantu mencegah potensi pelemparan barang terlarang ke dalam
lapas. Dengan dukungan menara pengawas yang berada tepat di sekitar lokasi,
keamanan tetap menjadi prioritas utama," tambah Rudi.
Program "Dari Semak Jadi
Ternak" diharapkan menjadi salah satu inovasi unggulan Lapas Pemuda Madiun
dalam mewujudkan pembinaan yang produktif, meningkatkan keterampilan warga
binaan, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan di
lingkungan pemasyarakatan. (red).
