Lapas Wonogiri Laksanakan Tes Urine Mendadak bagi Seluruh Pegawai dan WBP
Wonogiri — LINTASINFORMASI.com
Dalam
rangka memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih
dari Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba (HALINAR), Lembaga Pemasyarakatan
Kelas IIB Wonogiri melaksanakan tes urine mendadak bagi seluruh pegawai dan
Warga Binaan pada Jumat, 9 Januari 2026.
Kegiatan
ini dilaksanakan setelah apel pagi pegawai di halaman dalam Lapas Wonogiri dan
diikuti oleh seluruh jajaran pegawai serta WBP.
Tes
urine mendadak tersebut dilaksanakan oleh tim kesehatan Lapas Wonogiri yang
melakukan pemeriksaan sesuai dengan standar dan prosedur kesehatan yang
berlaku. Sebanyak 92 pegawai Lapas Wonogiri dan 95 WBP yang terdiri dari 26
orang tahanan serta 69 narapidana mengikuti pemeriksaan urine yang dilakukan
sesuai dengan standar dan prosedur kesehatan yang berlaku.
Pelaksanaan
kegiatan berlangsung dengan tertib, transparan, dan profesional. Seluruh
peserta mengikuti tahapan pemeriksaan dengan pengawasan petugas, guna menjamin
akuntabilitas dan keabsahan hasil tes urine yang dilakukan.
Berdasarkan
hasil pemeriksaan, seluruh pegawai dan WBP yang mengikuti tes urine dinyatakan
negatif dari penggunaan narkoba. Hasil ini menjadi bukti nyata keberhasilan
pembinaan serta pengawasan yang dilaksanakan secara konsisten di Lapas Kelas
IIB Wonogiri.
Kepala
Lapas Kelas IIB Wonogiri, Siswarno, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan
wujud komitmen nyata dalam mendukung program Zero HALINAR.
“Kami
berkomitmen menjaga Lapas Wonogiri tetap bersih dari narkoba dan pelanggaran
lainnya. Tes urine ini akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai langkah
preventif untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan
berintegritas,” tegasnya.
Dengan
hasil yang memuaskan tersebut, Lapas Wonogiri menegaskan komitmennya untuk
terus menciptakan lingkungan kerja yang bersih, aman, dan berintegritas. Ke
depan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian
dari upaya berkelanjutan dalam mendukung reformasi birokrasi dan peningkatan
kualitas pelayanan pemasyarakatan kepada masyarakat. (red)
