Surabaya, – LINTAS INFORMASI
General Manager PLN Icon
Plus SBU Regional Jawa Bagian Timur, Rory Aditya, berhasil meraih penghargaan
Jawa Timur Industry Marketing Champion 2025 untuk sektor Utilities pada ajang
Surabaya Marketing Week (SMW) 2025. Penghargaan ini menegaskan komitmen PLN
Icon Plus dalam menghadirkan inovasi, layanan unggul, serta memperkuat
posisinya sebagai pelopor solusi energi dan konektivitas di Jawa Timur.
SMW 2025 mengusung tema
“Marketing for Impact” dan menghadirkan beragam diskusi strategis lintas
sektor, mulai dari pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga komunitas
bisnis. Fokus utama kegiatan ini adalah pentingnya kolaborasi serta pemanfaatan
teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi dan
peningkatan daya saing Jawa Timur.
Hermawan Kartajaya, Founder
& Chair of MCorp, membuka forum dengan topik “Tech War or Trade War” yang
menekankan pentingnya adaptasi dan kolaborasi di tengah dinamika geopolitik
serta perkembangan teknologi global. Sementara itu, Dahlan Iskan, mantan
Menteri BUMN sekaligus Founder Harian Disway, menyoroti perlunya standarisasi
kualitas nasional agar produk Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.
Dari sisi pemerintah daerah,
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, menegaskan bahwa AI merupakan game
changer bagi pelaku usaha.
“AI adalah kunci bagi UMKM.
Teknologi ini mampu menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, sekaligus
memperluas akses pasar,” ujarnya.
Selain penghargaan Jawa
Timur Marketing Champion 2025, SMW 2025 juga menganugerahkan sejumlah
penghargaan lain, antara lain Corporate EM for Impact 2025, Campus EM for
Impact 2025, dan Public Service Awards 2025 Jawa Timur. Deretan penghargaan
tersebut menjadi simbol apresiasi atas kontribusi nyata tokoh industri,
akademisi, dan lembaga publik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis
dampak positif.
Acara ditutup dengan pidato
Dr. Agus Imam Sonhaji, Staf Ahli Walikota Surabaya Bidang Pembangunan Ekonomi
dan Keuangan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor
swasta, dan komunitas untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Menurutnya, pemanfaatan AI
dan strategi city branding bukan sekadar jargon, melainkan peluang konkret
untuk menciptakan wirausaha baru, memperkuat industri lokal, serta mengokohkan
ekonomi kreatif daerah. (YAHYA)