Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wujudkan Lapas Berintegritas, Lapas Wonogiri Bersama APH Perkuat Pengawasan dan Pencegahan Halinar

| September 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-23T23:44:12Z


Wonogiri – LINTASINFORMASI.com

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wonogiri terus menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berintegritas melalui pelaksanaan razia gabungan serta pemeriksaan tes urine terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (22/9) malam.


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat pengawasan, mencegah masuknya barang-barang terlarang, serta memastikan proses pembinaan Warga Binaan berjalan dalam situasi yang aman dan kondusif.


Pelaksanaan kegiatan melibatkan sinergi bersama Polres Wonogiri, Kodim 0728/Wonogiri, dan BNN Surakarta. Kolaborasi tersebut menjadi bukti komitmen bersama antara Lapas dan APH dalam mendukung terciptanya pemasyarakatan yang bersih dari Halinar (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba).


Kepala Lapas Wonogiri, Prawira Hadiwidjojo, memimpin langsung apel persiapan sebelum pelaksanaan kegiatan. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa penguatan pengamanan merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas layanan pemasyarakatan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.


Menurutnya, kegiatan razia gabungan bersama APH merupakan tindak lanjut atas arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan untuk memperkuat pengawasan dan meningkatkan langkah pencegahan selama periode 15–25 September 2026.


“Pemasyarakatan yang berintegritas membutuhkan pengawasan yang konsisten dan kerja sama dari berbagai pihak. Melalui sinergi bersama APH, kami berupaya menjaga agar Lapas Wonogiri tetap menjadi tempat pembinaan yang aman, tertib, dan mendukung perubahan perilaku Warga Binaan,” ujar Prawira.


Setelah apel kesiapan, petugas gabungan melaksanakan pemeriksaan terhadap blok hunian Warga Binaan. Penggeledahan dilakukan pada Blok A, Blok B, Blok C, dan Blok D dengan memeriksa kamar hunian serta berbagai area yang berpotensi menjadi tempat penyimpanan barang yang tidak sesuai ketentuan.


Dalam pelaksanaan pemeriksaan, petugas mengedepankan sikap profesional, mengutamakan ketelitian, serta tetap menjaga pendekatan yang humanis kepada Warga Binaan.


Selain melakukan pemeriksaan fisik, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman Warga Binaan mengenai pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap tata tertib sebagai bagian dari keberhasilan proses pembinaan.


Kalapas Wonogiri turut memberikan pengarahan kepada Warga Binaan yang dikumpulkan di lapangan olahraga. Ia mengajak seluruh penghuni Lapas untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan pembinaan.


“Lingkungan yang aman dan tertib akan memberikan dampak positif terhadap proses pembinaan. Karena itu, seluruh pihak perlu memiliki kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kondisi Lapas,” ungkap Prawira.


Razia Tidak Temukan Handphone dan Narkoba

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas gabungan, tidak ditemukan adanya handphone maupun narkoba di dalam blok hunian Warga Binaan.


Namun, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di kamar hunian. Barang-barang tersebut kemudian diamankan untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.


Barang yang berhasil diamankan antara lain dua buah senjata tajam rakitan, enam buah alat pencukur kumis, dua buah sendok stainless, satu buah gunting, tiga buah gelang, satu buah korek gas, enam buah bolpoin, dua buah seng, dua buah stop kontak, satu buah kartu remi, tiga buah botol parfum kaca, tiga botol kosong parfum, satu buah staples, tiga buah amplas, serta satu buah gulungan tali.


Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Lapas Wonogiri untuk meningkatkan pengendalian dan pengawasan terhadap barang-barang yang berada di lingkungan hunian Warga Binaan.


Tes Urine Bersama BNN Surakarta Pastikan Warga Binaan Negatif Narkoba

Sebagai rangkaian akhir kegiatan, petugas bersama BNN Surakarta melaksanakan pemeriksaan urine secara acak terhadap 15 orang Warga Binaan Pemasyarakatan.


Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel urine menunjukkan hasil negatif narkoba.


Kepala Lapas Wonogiri menyampaikan bahwa hasil tersebut menjadi penguatan bagi jajaran dalam melaksanakan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.


“Hasil pemeriksaan ini menunjukkan bahwa upaya pengawasan terus berjalan dengan baik. Kami akan terus memperkuat pencegahan agar lingkungan Lapas Wonogiri tetap bersih dari Halinar,” jelas Prawira.


Perwakilan Kodim 0728/Wonogiri memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara Lapas dan APH merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan serta menciptakan kondisi pemasyarakatan yang kondusif.


“Kerja sama antarinstansi seperti ini sangat penting untuk mendukung keamanan dan ketertiban. Kegiatan berjalan dengan aman dan seluruh pihak menunjukkan koordinasi yang baik,” ujarnya.


Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan makan malam bersama antara jajaran Lapas Wonogiri dan APH. Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan kerja sama, membangun komunikasi, serta memperkuat koordinasi antarinstansi.


Melalui kegiatan razia gabungan dan pemeriksaan tes urine tersebut, Lapas Wonogiri menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem pengamanan, meningkatkan budaya disiplin, dan menghadirkan lingkungan pemasyarakatan yang profesional serta berintegritas.

Lapas Wonogiri bersama APH terus menjaga sinergi dalam mewujudkan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari Halinar. (RED).

×
Berita Terbaru Update