Sarapan Bersama di Lapas Pemuda Madiun
Madiun, – LINTASINFORMASI.com
Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun terus
memperkuat pengawasan sekaligus membangun kedekatan humanis antara petugas
dengan warga binaan. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan kontrol keliling
blok hunian yang dilaksanakan jajaran petugas Lapas Pemuda Madiun, Sabtu (12/09/2026).
Sebelum melaksanakan kontrol keliling,
seluruh jajaran petugas terlebih dahulu mengikuti apel pagi. Kegiatan tersebut
menjadi sarana untuk menyampaikan arahan sekaligus memastikan kesiapan petugas
dalam menjalankan tugas, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di
lingkungan Lapas.
Usai apel pagi, Kepala Lapas Pemuda
Kelas IIA Madiun, Rudi Kristiawan, mengajak jajaran petugas untuk sarapan
bersama dengan menikmati nasi pecel. Suasana kebersamaan tersebut menjadi
bagian dari upaya membangun komunikasi dan kekompakan antarpetugas sebelum
melaksanakan tugas pengawasan.
Selanjutnya, jajaran petugas bergerak
melaksanakan kontrol keliling ke sejumlah blok hunian. Dalam kegiatan tersebut,
petugas tidak hanya melakukan pemantauan kondisi keamanan dan ketertiban,
tetapi juga melihat secara langsung aktivitas warga binaan serta berinteraksi
dengan mereka.
Petugas menyempatkan diri berbincang
dengan warga binaan, menanyakan kondisi dan kegiatan yang sedang dilakukan.
Pendekatan secara humanis tersebut dilakukan agar komunikasi antara petugas dan
warga binaan tetap terjalin dengan baik, sehingga berbagai potensi permasalahan
dapat diketahui dan ditangani sejak dini.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi
Kristiawan, menegaskan bahwa kontrol blok merupakan bagian penting dari
pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pengawasan,
tetapi juga membangun hubungan yang baik dengan warga binaan.
“Kontrol blok bukan hanya untuk
melihat kondisi keamanan, tetapi juga bagaimana petugas hadir di tengah-tengah
warga binaan. Kita ingin mengetahui secara langsung aktivitas mereka, mendengar
apa yang menjadi kebutuhan maupun keluhan mereka, sekaligus membangun
komunikasi yang baik,” ujar Rudi.
Menurutnya, pendekatan humanis harus
tetap berjalan seiring dengan ketegasan dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Dengan komunikasi yang baik, petugas diharapkan dapat lebih memahami kondisi
warga binaan sekaligus menciptakan suasana kehidupan di dalam Lapas yang aman,
tertib dan kondusif.
“Petugas harus dekat dengan warga
binaan, tetapi tetap memiliki batas dan profesionalitas. Dengan sering turun
langsung dan berinteraksi, kita bisa melakukan deteksi dini terhadap potensi
gangguan keamanan maupun permasalahan lainnya. Prinsipnya, keamanan tetap
menjadi prioritas, namun pembinaan dan pendekatan kemanusiaan juga harus
berjalan,” tegasnya.
Rudi menambahkan, kegiatan kontrol
keliling akan terus dilakukan secara konsisten sebagai bentuk komitmen jajaran
Lapas Pemuda Madiun dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman
sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan.
Melalui kontrol blok yang dilakukan
secara rutin, diharapkan kehadiran petugas tidak hanya dirasakan sebagai
pengawas, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembinaan yang memberikan rasa
aman, membangun kepercayaan, serta mendorong warga binaan untuk terus mengikuti
kegiatan positif selama menjalani masa pidana.
