Pacitan – LINTASINFORMASI.com
Pemerintah Kecamatan Tegalombo bersama
jajaran kepolisian melakukan pemeriksaan langsung terhadap aktivitas
pertambangan batu milik PT Napel Batu Indonesia di Desa Gemaharjo,
Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan. Hasil pengecekan di lapangan memastikan
kegiatan operasional perusahaan berjalan sesuai aturan dan ketentuan yang
berlaku.
Kegiatan pemeriksaan tersebut
dilakukan oleh Kapolsek Tegalombo AKP Rusminto bersama Camat Tegalombo Aswin
Rika pada Senin (21/09/2026). Langkah ini menjadi bagian dari pengawasan
rutin pemerintah dan aparat terkait terhadap aktivitas usaha pertambangan di
wilayah Kecamatan Tegalombo.
Tim gabungan melakukan peninjauan
langsung ke area operasional tambang, termasuk fasilitas pendukung kegiatan
produksi. Selain melihat aktivitas di lapangan, petugas juga memeriksa berbagai
dokumen administrasi perusahaan, kelengkapan perizinan, serta penggunaan bahan
bakar untuk mendukung kegiatan operasional.
Pemeriksaan dilakukan menyusul adanya
informasi terkait dugaan penggunaan BBM bersubsidi dalam aktivitas
pertambangan. Setelah dilakukan pengecekan secara langsung, tim tidak menemukan
adanya penggunaan BBM subsidi dalam kegiatan perusahaan.
Kapolsek Tegalombo AKP Rusminto
mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh aspek yang dicek telah sesuai
dengan ketentuan.
“Setelah kami melakukan pengecekan
legalitas, faktur pajak, dan penggunaan BBM dalam kegiatan operasionalnya,
semuanya cukup jelas. Sesuai prosedur dan menggunakan BBM industri sehingga
sesuai dengan SOP yang berlaku,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengecekan tersebut
dilakukan untuk memastikan perusahaan menjalankan aktivitas pertambangan secara
tertib serta mematuhi regulasi yang telah ditetapkan.
Perusahaan Kantongi Perizinan Resmi
Dalam pemeriksaan tersebut, aspek
legalitas menjadi salah satu bagian utama yang diperiksa oleh tim. Pemerintah
Kecamatan Tegalombo memastikan PT Napel Batu Indonesia telah memiliki dokumen
perizinan sebagai dasar pelaksanaan kegiatan pertambangan.
Camat Tegalombo Aswin Rika
menyampaikan bahwa keberadaan kegiatan usaha di wilayahnya harus berjalan
dengan mengutamakan kepatuhan terhadap aturan serta memberikan manfaat bagi
masyarakat.
“Perizinan tambang PT Napel Batu
Indonesia sudah resmi. Kami berharap aktivitas ini dapat memberikan manfaat
bagi masyarakat sekitar, terutama dalam membuka peluang kerja dan mendukung
pertumbuhan ekonomi lokal,” ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah bersama unsur
terkait akan terus melakukan koordinasi dan pengawasan agar aktivitas
pertambangan tetap berjalan dengan memperhatikan berbagai aspek, termasuk
kepentingan masyarakat dan lingkungan.
Pastikan Operasional Menggunakan BBM
Industri
Pengelola PT Napel Batu Indonesia, Rudi,
menjelaskan bahwa perusahaan mulai menjalankan aktivitas produksi setelah
seluruh proses perizinan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
terpenuhi.
Ia menegaskan bahwa perusahaan
menggunakan BBM industri untuk kebutuhan alat berat dan kendaraan operasional
tambang.
“Untuk operasional, kami menggunakan
BBM industri yang didatangkan sesuai kebutuhan perusahaan. Penggunaannya
mengikuti aturan yang berlaku,” jelasnya.
Rudi menyebut perusahaan berkomitmen
menjaga kepatuhan dalam seluruh kegiatan operasional karena penggunaan bahan
bakar harus sesuai dengan peruntukan dan regulasi yang berlaku.
“Kami memastikan seluruh kebutuhan
operasional menggunakan bahan bakar yang sesuai, sehingga kegiatan perusahaan
dapat berjalan secara profesional dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Komitmen Menjaga Lingkungan Sekitar
Selain aspek administrasi dan
operasional, PT Napel Batu Indonesia juga menyampaikan komitmennya dalam
menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar tambang.
Sebelum kegiatan berjalan, pihak
perusahaan telah melakukan komunikasi dengan pemerintah desa serta masyarakat
lingkungan sekitar. Koordinasi tersebut dilakukan untuk membangun hubungan yang
baik dan memastikan aktivitas tambang dapat berjalan secara harmonis.
Untuk mengurangi dampak aktivitas
kendaraan tambang, perusahaan melakukan penyiraman jalan secara berkala sebagai
upaya mengendalikan debu di sekitar lokasi.
“Penyiraman jalan dilakukan secara
rutin agar aktivitas kendaraan operasional tetap memperhatikan kondisi
lingkungan sekitar,” kata Rudi.
Dorong Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Selain mendukung kebutuhan material
pembangunan, aktivitas PT Napel Batu Indonesia juga memberikan peluang ekonomi
melalui penyerapan tenaga kerja.
Perusahaan menyatakan berupaya
memprioritaskan masyarakat lokal Pacitan untuk berbagai kebutuhan pekerjaan,
mulai dari operator alat berat, tenaga administrasi, hingga pengemudi kendaraan
operasional.
“Kami berusaha memaksimalkan tenaga
kerja dari masyarakat Pacitan agar keberadaan perusahaan juga memberikan
manfaat langsung bagi warga sekitar,” ujar Rudi.
Dengan adanya pemeriksaan langsung
dari pemerintah kecamatan dan kepolisian, kegiatan operasional PT Napel Batu
Indonesia di Desa Gemaharjo dinyatakan berjalan sesuai prosedur. Pengawasan
tetap dilakukan agar aktivitas pertambangan dapat memberikan kontribusi positif
bagi pembangunan daerah serta masyarakat sekitar.
(RED)
