Lapas Wonogiri Panen 80 Kilogram Lele
Wonogiri – LINTASINFORMASI.com
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB
Wonogiri kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan program pembinaan
kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan panen ikan
lele, Selasa (28/7).
Kegiatan panen diikuti langsung oleh
Kalapas Wonogiri, Siswarno bersama pejabat struktural, staf kegiatan kerja,
serta WBP yang terlibat dalam pengelolaan budidaya ikan lele. Dari hasil panen
tersebut diperoleh sebanyak 80 kilogram ikan lele yang merupakan hasil
pembinaan secara berkelanjutan.
Program budidaya ikan lele ini menjadi
salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali WBP dengan
keterampilan di bidang perikanan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
Seluruh proses, mulai dari pemeliharaan hingga panen, dilaksanakan dengan
pendampingan petugas sehingga selain menghasilkan nilai ekonomi, kegiatan ini
juga menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat bekerja kepada
para warga binaan.
Siswarno menyampaikan bahwa
keberhasilan panen ini merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran dan warga
binaan dalam mengembangkan program pembinaan yang produktif.
"Panen lele ini menjadi bukti
bahwa pembinaan kemandirian di Lapas Wonogiri berjalan dengan baik. Kami ingin
memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan sekaligus mendukung
program ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan yang tersedia
secara optimal. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal mereka ketika
kembali ke tengah masyarakat," ujar Siswarno.
Kegiatan panen ikan lele ini juga
merupakan salah satu bentuk dukungan nyata terhadap 15 Program Aksi Kementerian
Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada program Kemandirian pangan melalui
program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan
memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle).
Melalui optimalisasi sarana dan
potensi yang dimiliki, Lapas Wonogiri terus berupaya menghadirkan program
pembinaan yang produktif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi warga
binaan maupun masyarakat. (RED)
