Kemenag Ngawi Berikan Ceramah Tobat dan Istighfar kepada Warga Binaan Lapas Pemuda Madiun
Madiun, - LINTASINFORMASI.com
Lapas
Pemuda Kelas IIA Madiun kembali menggelar kegiatan pembinaan kepribadian bagi
warga binaan melalui ceramah keagamaan yang disampaikan oleh Ali Nur Rofiq dari
Kementerian Agama Kabupaten Ngawi, yang juga merupakan Pengasuh Pondok
Pesantren SAKA (Syaidatul Khotijah Al Kubro) Ngawi. (21/01)
Dalam
ceramahnya, Ali Nur Rofiq mengangkat tema “Tobat: Amalan Penghapus Dosa”,
dengan penekanan pada pentingnya istighfar dan fadhilahnya dalam kehidupan
seorang hamba.
Ia
menyampaikan bahwa istighfar bukan hanya sebagai bentuk permohonan ampun,
tetapi juga amalan yang mampu mengubah kesusahan menjadi kebahagiaan,
kesempitan menjadi jalan keluar, serta mendatangkan rezeki dari arah yang tidak
disangka-sangka, sebagaimana dijanjikan Allah SWT.
Melalui
penyampaian yang sederhana dan penuh makna, Ali Nur Rofiq mengajak warga binaan
untuk tidak berputus asa atas masa lalu, melainkan menjadikan masa pembinaan
sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperbanyak tobat, dan mendekatkan
diri kepada Allah SWT.
Kepala
Lapas Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo, dalam pernyataannya menyampaikan apresiasi
atas terlaksananya kegiatan pembinaan keagamaan tersebut.
“Pembinaan
kepribadian melalui pendekatan spiritual merupakan bagian penting dalam proses
pemasyarakatan. Kami berharap ceramah ini dapat menumbuhkan kesadaran,
ketenangan batin, serta semangat perubahan positif bagi warga binaan untuk
menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Wahyu.
Ia
menambahkan Lapas Pemuda Madiun berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan
pembinaan yang menyentuh aspek mental dan spiritual, sejalan dengan tujuan
pemasyarakatan dalam membentuk warga binaan yang berakhlak, bertanggung jawab,
dan siap kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan
ceramah berlangsung dengan khidmat dan antusias, diikuti oleh warga binaan yang
tampak serius menyimak setiap pesan yang disampaikan sebagai bekal memperbaiki
diri selama menjalani masa pidana. (RED).
