Petugas Lapas Pemuda Madiun Cek
Kelayakan APAR
Madiun, – LINTASINFORMASI.com
Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan
terhadap potensi terjadinya kebakaran, Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun
melaksanakan pengecekan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan sarana pendukung
keselamatan di lingkungan Lapas. (04/09)
Pengecekan dilakukan secara menyeluruh
terhadap APAR yang tersedia, baik jenis fire block berkapasitas 1 liter maupun
4 liter, serta memastikan keberadaan dan kondisi satu lemari Alat Pelindung
Diri (APD). Pemeriksaan dilaksanakan di berbagai titik rawan yang berada di
sejumlah gedung dan blok hunian Lapas Pemuda Madiun.
Kegiatan ini bertujuan untuk
memastikan seluruh peralatan pemadam api dan perlengkapan keselamatan berada
dalam kondisi baik, mudah dijangkau, serta siap digunakan sewaktu-waktu apabila
terjadi keadaan darurat. Selain pengecekan kondisi fisik, petugas juga
memastikan penempatan APAR sesuai dengan titik-titik yang memiliki potensi
risiko kebakaran.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi
Kristiawan, menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan bagian penting dalam
menjaga keamanan dan keselamatan di lingkungan Lapas.
“Kami tidak ingin menunggu sampai
terjadi kejadian baru kemudian melakukan tindakan. Pencegahan dan kesiapsiagaan
harus menjadi prioritas. Karena itu, seluruh APAR dan perlengkapan keselamatan
harus dipastikan dalam kondisi siap digunakan serta ditempatkan pada titik yang
mudah dijangkau. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjaga keamanan
dan keselamatan seluruh petugas maupun warga binaan,” tegas Rudi Kristiawan.
Sementara itu, Kepala Seksi
Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm Kamtib) Denny Wahyu Kristanto,
menyampaikan bahwa pengecekan APAR dilakukan secara berkala sebagai langkah
antisipasi sekaligus memastikan sarana penanggulangan kebakaran dapat berfungsi
secara optimal.
“Pengecekan ini kami lakukan untuk
memastikan APAR dan perlengkapan APD benar-benar dalam kondisi siap pakai. Kami
juga memperhatikan lokasi penempatan agar mudah ditemukan dan diakses dengan
cepat apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Kesiapan sarana harus dibarengi dengan
kewaspadaan seluruh jajaran terhadap potensi bahaya kebakaran,” jelas Denny
Wahyu Kristanto.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas
Pemuda Madiun terus memperkuat langkah-langkah preventif dalam menciptakan
lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan tanggap terhadap kondisi
darurat. Kesiapsiagaan sarana pemadam kebakaran diharapkan dapat meminimalkan
risiko serta mendukung terciptanya lingkungan Lapas yang aman bagi petugas dan
warga binaan. (RED).
