Warga Binaan Lapas Pemuda Madiun
Tingkatkan Pemahaman Sosial melalui Program Paket C
Madiun, – LINTASINFORMASI.com
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda
Kelas IIA Madiun terus mendukung pemenuhan hak pendidikan bagi Warga Binaan
melalui penyelenggaraan pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan Paket C.
Salah satu mata pelajaran yang diberikan adalah Sosiologi, yang dilaksanakan
secara interaktif di ruang kelas Lapas Pemuda Madiun, Jumat (18/9).
Pembelajaran berlangsung di Ruang
Kelas Lapas Pemuda Madiun bersama Rifqi Annurrahmadhani dan Hery Anggorowati,
tutor dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Mustofa Kota Madiun.
Kegiatan diawali dengan ice breaking untuk menciptakan suasana belajar yang
lebih santai, membangun semangat, serta meningkatkan konsentrasi Warga Binaan
sebelum memasuki materi pembelajaran.
Dalam pembelajaran Sosiologi, Rifqi
mengajak Warga Binaan memahami berbagai konsep dasar kehidupan sosial, mulai
dari interaksi sosial, kelompok sosial, hingga hubungan individu dengan
lingkungan masyarakat. Materi disampaikan melalui penjelasan, diskusi, dan
tanya jawab sehingga Warga Binaan dapat menghubungkan teori yang dipelajari
dengan kehidupan sehari-hari.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi
Kristiawan, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dalam proses
pembinaan Warga Binaan. Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan di dalam
Lapas diharapkan dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk membangun
kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
“Pendidikan tidak hanya memberikan
pengetahuan, tetapi juga membentuk pola pikir, sikap, dan kesiapan Warga Binaan
untuk kembali ke tengah masyarakat. Kami berkomitmen mendukung proses
pembelajaran agar mereka memiliki bekal yang bermanfaat untuk masa depan,”
ungkap Rudi.
Interaksi antara tutor dan Warga
Binaan terlihat aktif selama pembelajaran berlangsung. Warga Binaan diberikan
kesempatan untuk menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, serta berdiskusi
mengenai fenomena sosial yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Suasana
belajar pun berlangsung komunikatif dan kondusif.
Rifqi Annurrahmadhani selaku tutor
Sosiologi dari PKBM Al Mustofa Kota Madiun menyampaikan bahwa pembelajaran
Sosiologi menjadi kesempatan bagi Warga Binaan untuk memahami lingkungan sosial
sekaligus merefleksikan peran mereka sebagai bagian dari masyarakat.
“Melalui pembelajaran Sosiologi, kami
tidak hanya menyampaikan materi secara teori, tetapi juga mengajak Warga Binaan
berdiskusi mengenai kehidupan sosial di sekitar mereka. Harapannya, mereka
dapat memahami pentingnya interaksi yang positif dan mampu menerapkan
pengetahuan tersebut ketika kembali ke masyarakat,” jelas Rifqi.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan
berinisial R menyampaikan bahwa pembelajaran Paket C memberikan pengalaman baru
sekaligus menambah wawasan selama menjalani masa pembinaan di Lapas.
“Belajar Sosiologi membuat saya lebih
memahami bagaimana berinteraksi dengan orang lain dan melihat berbagai
permasalahan sosial dari sudut pandang yang lebih luas. Saya senang bisa
mengikuti pembelajaran karena ilmu yang diberikan bisa menjadi bekal ketika
nanti kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Melalui pembelajaran Sosiologi dalam
Program Pendidikan Kesetaraan Paket C, Lapas Pemuda Madiun berupaya
menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan
pengetahuan, tetapi juga mendukung pembentukan karakter, kemampuan bersosialisasi,
serta kesiapan Warga Binaan untuk kembali berperan secara positif di tengah
masyarakat.
