Pembinaan Kerohanian Agama Kristen dan
Katolik di Lapas Pemuda Madiun
Madiun,
- LINTASINFORMASI.com
Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun kembali menggelar kegiatan
pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan beragama Kristen dan Katolik berupa
Sakramen Perjamuan Kudus yang dilaksanakan di Gereja Oikumene Lapas Pemuda
Madiun.
Kegiatan
ini terselenggara melalui kerja sama dengan Yayasan Rise and Shine, Kamis
(23/4).
Kegiatan
tersebut dipimpin oleh perwakilan dari Yayasan Rise and Shine yang diwakili
oleh Pendeta Harun Sugiarno dan diikuti oleh Warga Binaan dengan penuh khidmat.
Dalam
khotbahnya, Pendeta Harun Sugiarno menyampaikan pentingnya memperkuat iman dan
pengharapan dalam setiap situasi kehidupan.
“Melalui
Sakramen Perjamuan Kudus ini, kita diingatkan akan kasih Tuhan yang tidak
pernah meninggalkan umat-Nya. Jadikan momen ini sebagai langkah untuk
memperbaiki diri dan hidup dalam pengharapan,” ujarnya.
Sementara
itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Pemuda
Madiun, Setyawan Nugroho Endiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan
bagian dari pembinaan rohani yang diberikan secara merata kepada seluruh Warga
Binaan.
“Kami
berkomitmen memberikan pembinaan kerohanian bagi seluruh Warga Binaan sesuai
dengan keyakinannya masing-masing. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan
ketenangan batin serta memperkuat iman mereka selama menjalani masa pembinaan,”
ungkapnya.
Senada
dengan hal tersebut, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan
bahwa pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan di
dalam Lapas.
“Kegiatan
kerohanian memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan mental Warga
Binaan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kami berharap mereka dapat menjadi
pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Melalui
kegiatan ini, Lapas Pemuda Madiun terus berupaya menghadirkan pembinaan yang
inklusif dan berkelanjutan guna mendukung pembentukan karakter Warga Binaan
yang lebih baik. (RED).
