Lapas Pemuda Madiun Gelar Pembinaan
Rohani Kristen dan Katolik
Madiun,
– LINTASINFORMASI.com
Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun menggelar kegiatan pembinaan
rohani bagi Warga Binaan yang beragama Kristen dan Katolik bersama tim dari
Persekutuan Umat Kristiani Injil Sepenuhnya Kota Madiun, Senin (9/3).
Kegiatan
tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian yang
rutin diberikan kepada para Warga Binaan, bertempat di Gereja Oikumene Lapas
Pemuda Madiun.
Kegiatan
diikuti oleh Warga Binaan yang beragama Kristen dan Katolik di Lapas Pemuda
Madiun dan didampingi oleh staf pembinaan Lapas Pemuda Madiun. Suasana ibadah
berlangsung khidmat, penuh sukacita, serta menjadi momen refleksi spiritual
bagi para peserta.
Kegiatan
pembinaan ini dipimpin oleh Pendeta Lidya Listriani yang dalam khotbahnya
menyampaikan pentingnya membangun hubungan yang kuat dengan Tuhan serta
menjalani kehidupan dengan penuh pengharapan. Ia juga mengajak para Warga
Binaan untuk tidak menyerah pada keadaan, melainkan menjadikan masa pembinaan
sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Setiap
orang memiliki kesempatan untuk berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Melalui iman dan pengharapan kepada Tuhan, kita dapat menemukan kekuatan untuk
menjalani hidup dengan lebih bermakna,” ungkap Pendeta Lidya Listriani dalam
pesannya.
Kepala
Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Setyawan Nugroho Endiyanto,
menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan rohani merupakan salah satu program
penting dalam proses pembinaan di Lapas.
“Pembinaan
kerohanian menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk memperkuat iman, menumbuhkan
kesadaran diri, serta membangun karakter yang lebih baik sebagai bekal ketika
mereka kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Senada
dengan hal tersebut, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo, menegaskan
bahwa pihaknya terus berkomitmen memberikan pembinaan yang menyeluruh, baik
dari segi kepribadian, keterampilan, maupun spiritual.
“Melalui
kegiatan pembinaan rohani seperti ini, kami berharap Warga Binaan dapat
menemukan ketenangan batin, meningkatkan keimanan, serta memiliki semangat
untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” tegas Wahyu.
Melalui
kegiatan pembinaan rohani ini diharapkan para Warga Binaan dapat semakin
mendekatkan diri kepada Tuhan, memperbaiki perilaku, serta memiliki bekal
spiritual yang kuat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah
menyelesaikan masa pidananya. (RED).
.jpeg)